Search

Kombinasi Lele dan Kangkung yang Menguntungkan




MENGENAL LEBIH JAUH SISTEM AQUAPONIK

Aquaponik merupakan sistem budidaya terintegrasi antara komoditas perairan seperti ikan dengan tanaman. Sistem ini bersifat lebih ramah lingkungan karena pada sistem ini, mikroba perairan, khususnya akan menurunkan konsentrasi amonia, nitrit, dan memenuhi kebutuhan nitrat untuk tanaman. Keberadaan amonia dan nitrit yang berlebih pada lingkungan perairan budidaya ikan merupakan sumber racun yang dapat menyebabkan kematian ikan budidaya.


POTENSI LELE DAN KANGKUNG SEBAGAI KOMODITAS SISTEM AQUAPONIK

Ikan lele memiliki kelebihan dalam melakukan metabolismenya secara optimal meskipun berada pada lingkungan yang kurang menguntungkan. Dalam langkah intensifikasi produksi lele, diperlukan sistem budidaya dengan pengaturan dari daya dukung lingkungan hidup lele agar produktivitas lele baik dari segi kuantitas maupun kualitas dapat optimal.

Kangkung merupakan komoditas sayuran musiman dengan permintaan pasar yang terus meningkat tiap tahunnya. Kangkung juga merupakan sumber nutrisi tinggi dimana tiap 100 gram kangkung mengandung 30 kal, protein 3,9 gram, lemak 0,6 gram, dan karbohidrat 4,4 gram. Kangkung juga memiliki masa pertumbuhan dan hidup yang sangat singkat, yaitu dapat panen sekitar 40 hari setelah tanam serta memiliki laju pertumbuhan yang tinggi. Selain itu, kangkung memiliki kemampuan penyerapan nitrat yang relatif tinggi sehingga mampu memanfaatkan produksi nitrat pada sistem aquaponik. Dengan demikian, komoditas kangkung merupakan komoditas potensial yang dapat dijadikan pilihan pada sistem aquaponik.


FAKTOR LAIN YANG MEMPENGARUHI SISTEM AQUAPONIK LELE DAN KANGKUNG

Kadar oksigen terlarut yang kurang pada sistem aquaponik akan menyebabkan penurunan daya hidup dan produktivitas baik ikan maupun tanaman yang dibudidayakan. Selanjutnya yaitu temperatur air yang digunakan pada sistem aquaponik akan berpengaruh pada kemampuan metabolism ikan dan berpengaruh pada akar tanaman dalam menyerap nutrisi. Terakhir kadar nitrat dan amonia yang dihasilkan dari proses nitrifikasi dan amonifikasi bakteri akan mengubah pH air dalam sistem sehingga diperlukan laju penyerapan nutrisi oleh tanaman yang seimbang agar pH air (lingkungan) sistem hidroponik terus berada dalam keadaan stabil



Referensi : Hasan, Z., Y. Andriani, Y. Dhahiyat, A. Sahidin, dan M. R. Rubiansyah. 2017. “Pertumbuhan Tiga Jenis Ikan dan Kangkung Darat yang Dipelihara dengan Sistem Akuaponik” Jurnal Ihtiologi Indonesia, 17(2): 175 – 184. Damanik, B. H., Herman H., Indah R., dan Hetti H. 2018. “Uji Efektivitas Biofilter dengan Tanaman Air untuk Memperbaiki Kualitas Air pada Sistem Aquaponik Ikan Lele Sangkuriang” Jurnal Perikanan dan Kelautan, 9(1): 134 – 142.

16 views0 comments

Recent Posts

See All